
Kamis, 17 Juli 2025 sampai dengan Jumat, 18 Juli 2025, Pemerintah Desa Dagan bersama masyarakat telah melaksanakan kegiatan Ruwat Bumi sebagai wujud rasa syukur atas limpahan rahmat dan rezeki dari Tuhan Yang Maha Esa serta untuk memelihara kelestarian adat istiadat desa.
Tradisi ini biasanya diisi dengan rangkaian upacara, doa bersama, kirab budaya, serta kegiatan kesenian, dengan tujuan memohon keselamatan, menolak bala, dan menjaga keharmonisan antara manusia, alam, dan Sang Pencipta.Selain sebagai wujud spiritual, ruwat bumi juga berperan dalam pelestarian budaya dan mempererat kebersamaan warga, karena melibatkan partisipasi seluruh elemen masyarakat, mulai dari tokoh adat, tokoh agama, perangkat desa, hingga warga umum.
Kegiatan dilaksanakan sesuai dengan susunan acara sebagai berikut:
Kegiatan Ruwat Bumi Desa Dagan tahun 2025 diawali pada Kamis, 10 Juli 2025 pukul 19.30 WIB dengan ziarah ke makam luhur Desa Dagan yang dipimpin oleh Bapak Sutaryo. Ziarah ini dilaksanakan untuk mendoakan para leluhur desa, di antaranya Eyang Jalipura, Eyang Taftazani, Eyang Kartawijaya, Eyang Dipawireja, Eyang Kadiwirya, Eyang Hadiatmojo, Eyang Sentanu, dan Bapak Imam Sukarso.
Rangkaian acara berlanjut pada Kamis, 17 Juli 2025 pukul 12.30–13.00 WIB dengan persiapan dan berkumpul di Balai Desa Dagan. Selanjutnya pukul 13.00–16.00 WIB dilaksanakan prosesi pengambilan air dari tiga sumber, yaitu Tim 1 menuju Tuk Mudal, Tim 2 menuju Tuk Kardem, dan Tim 3 menuju Tuk Longkrang. Pada pukul 16.00–17.00 WIB seluruh peserta makan tumpeng bersama di Balai Desa. Dilanjutkan pukul 17.00–18.00 WIB dengan pengumpulan mata air di kendi besar untuk kemudian disemayamkan. Malam harinya pukul 20.00–22.00 WIB diadakan senandung kidung, dan dilanjutkan pukul 22.00–07.00 WIB dengan persemayaman. Seluruh peserta pada hari ini mengenakan pakaian adat seperti kebaya, beskap, surjan, atau batik.

Pada Jumat, 18 Juli 2025, acara dimulai pukul 07.00–08.00 WIB dengan persiapan kirab budaya. Pukul 08.00–10.00 WIB dilaksanakan prosesi kirab budaya (arak-arakan) dari Balai Desa menuju jembatan, kemudian berbelok ke arah kiri masuk Jalan Masjid Baitus Sholeh, berlanjut ke Jalan Dusun 2 menuju Jalan Dusun 4, dan berakhir di pertigaan Desa Dagan. Setelah itu pukul 10.00–11.00 WIB diadakan makan bersama dari sedekah nasi takir. Pukul 11.00–11.30 WIB dilaksanakan ruwatan bersama Ki Dalang Barjo, dilanjutkan pukul 11.30–12.00 WIB dengan pembagian air dan hasil bumi. Setelah istirahat pada pukul 12.00–16.30 WIB, acara berlanjut pukul 16.30–17.00 WIB dengan ishoma, pukul 17.00–19.30 WIB dengan sambutan-sambutan, lalu pukul 19.30–20.30 WIB istighosah dan pengajian bersama Kyai M. Mursyid. Pukul 21.00–21.30 WIB dilakukan Sosialisasi Bahaya Narkoba oleh tim BNN Purbaligga. Pukul 21.30–22.00 WIB dilakukan persiapan pagelaran wayang, dan pukul 22.00 WIB hingga selesai dilaksanakan pagelaran wayang bersama Ki Dalang Warid Sableng Carito dan Ki Dalang Arif Nur Seto sebagai penutup seluruh rangkaian acara Ruwat Bumi Desa Dagan.

Kegiatan Ruwat Bumi Desa Dagan berjalan lancar, tertib, dan penuh khidmat. Masyarakat sangat antusias mengikuti seluruh rangkaian acara sebagai bentuk pelestarian budaya dan penguatan rasa kebersamaan.
#KKNDagan25 #DesaDagan #KKNUnsoed2025 #KolaborasiDesaMahasiswa #PengabdianMasyarakat #UnsoedMerakyat #UnsoedBerdampak
Tinggalkan Balasan