Dlingo, Bantul-Pemerintah Desa Dagan, Kecamatan Bobotsari, ikut belajar tata kelola desa di desa Dlingo, kecamatan Dlingo, kabupaten Bantul, Yogyakarta. Kegiatan tersebut juga diikuti oleh 16 desa di Kecamatan Bobotsari, Kabupaten Purbalingga.

Sekretaris Kecamatan Bobotsari, Revon HD yang turut mendampingi kegiatan tersebut mengatakan, Studi Banding ke Desa Dlingo dilaksanakan dengan tujuan untuk belajar tata kelola desa yang lebih baik.

“Dlingo, adalah salah satu desa di Kabupaten Bantul yang memiliki konsep tata kelola desa sesuai dengan Undang-Undang Desa,” kata Revon, Rabu, (29/11) kemarin.

Lebih jauh ia menegaskan, salah satu hal yang cukup menarik adalah di pembangunan di desa Dlingo, lebih menekankan pada pemberdayaan masyarakat. Sementara untuk pembangunan fisik, prosentasenya lebih kecil.

  • Facebook
  • Twitter
  • Google+

Diskusi Tata Kelola Desa bersama Pemdes Dlingo, Kabupaten Bantul Rabu (29/11)

Pemberdayaan Masyarakat Diutamakan

Sementara itu, Kepala Desa Dagan, Hj. Sukarni, S.Sos mengatakan, pihaknya cukup terkesan dengan tata kelola desa di desa Dlingo.

Menurutnya, Dlingo merupakan desa yang lebih mengutamakan pembangunan pemberdayaan masyarakat.

“Dengan menekankan pembangunan di bidang pemberdayaan masyarakat, Dlingo berupaya untuk membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya partisipasi dalam pembangunan desa,” papar Sukarni.

Ia mencontohkan, Dlingo memiliki Toko Milik Rakyat (TOMIRA) yang dikelola di bawah Badan Usaha Milik Desa (BUMDES). Tidak main-main, Kepala Desa Dlingo menggelontor uang ratusan juta rupiah untuk penyertaan modal BUMDES.

“Itu artinya, Pemdes Dlingo ingin agar masyarakat memiliki kesadaran ekonomi untuk meningkatkan taraf hidup. Dan Pemdes Dlingo, memfasilitasi setiap kebutuhannya,” terangnya.

Setelah studi banding tersebut, Sukarni menegaskan, pihaknya menjadi lebih semangat untuk membangkitkan kembali BUMDES di desa Dagan yang pernah ada.

“Kami juga ingin menjalankan BUMDES yang dulu sudah ada. Rencananya akan kami kelola kembali sesuai dengan aturan yang berlaku,” tegasnya.

Hal senada juga diamini oleh para kepala desa yang hadir dalam kegiatan studi banding tersebut. Kepala Desa Tlagayasa, M. Taufik menegaskan, studi banding tersebut cukup membuat pihaknya menjadi lebih bersemangat dalam meningkatkan pembangunan di bidang pemberdayaan masyarakat.

  • Facebook
  • Twitter
  • Google+

APBDes Dlingo menganggarkan lebih banyak untuk bidang pemberdayaan masyarakat

Pengelolaan Sistem Informasi Desa

  • Facebook
  • Twitter
  • Google+

Kepala Desa Dagan, Hj. Sukarni, S.Sos (berkerudung biru) menyimak penjelasan Pemdes Dlingo soal Tata Kelola Desa

Selain pemberdayaan masyarakat, Pemdes Dlingo juga menekankan pembangunan di bidang Teknologi Informasi (TI).

“Sebagai wujud keterbukaan publik, kami juga mengembangkan Sistem Informasi Desa (SID) berbasis website desa. Dengan SID, kami menyampaikan kepada masyarakat desa Dlingo tentang penggunaan Dana Desa. Sehingga, masyarakat mendapatkan haknya untuk mengetahui penggunaan dana rakyat tersebut,” papar Sekretaris Desa Dlingo, Syamsul Malik.

Selain SID, pihaknya juga memiliki Radio Komunitas yang dikelola sepenuhnya oleh para pemuda setempat. Pemdes Dlingo juga menganggarkan honor bagi para pemuda yang turut mengelola Sistem Informasi Desa dan Radio Komunitas setempat.

  • Facebook
  • Twitter
  • Google+

Foto bersama usai Diskusi Tata Kelola Desa bersama Pemdes Dlingo