Juguran API IV

Salah satu peserta Juguran API ke 4, sedang menyampaikan gagasan pembentukan RTIK Purbalingga, Rabu (4/1/2017) di Balai Desa Karanganyar.

Karanganyar—Para admin website desa di Purbalingga, yang tergabung dalam Agen Perubahan Informatika (API) Desa, kembali melaksanakan Juguran.

Kegiatan tersebut berlangsung di Balai Desa Karanganyar, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Purbalingga, pada Rabu, (4/1/2017).

Tidak hanya API, dalam Juguran tersebut juga melibatkan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Lentera Karanganyar.

Kepala Desa Karanganyar, Taufik mengatakan, Juguran API kali ini digabung dengan Juguran KIM Lentera Karanganyar.

“Kami sengaja mengundang teman-teman KIM Lentera dalam acara Juguran API Purbalingga. Kami hanya ingin menyampaikan kepada publik bahwa antara API dan KIM Lentera punya peran penting di masyarakat.” Papar Taufik.

Gagasan Membentuk Relawan Teknologi, Informasi dan Komunikasi (RTIK)

Sementara itu, menjelang sesi akhir Juguran, muncul beberapa gagasan dari anggota API Purbalingga. Salah satunya adalah membentuk Relawan TIK.

Gagasan ini mengemuka, karena Pembina API Purbalingga, Eri Rusdi Wibowo dan Baryati—keduanya PNS di Dinhubkominfo Purbalingga—posisinya dirotasi oleh Bupati.

“Bukannya kami tidak terima dengan rotasi tersebut. Namun, kami sebagai admin web desa, yang selama ini dikawal penuh oleh Pak Eri dan Bu Ibar, merasa kehilangan,” kata Zaenal Arifin, admin website desa Candinata.

Di sisi lain, lanjut Zaenal, pihaknya belum tahu siapa dan bagaimana latar belakang pengganti Eri Rusdi Wibowo dan Baryati.

Gagasan untuk membentuk RTIK Purbalingga semakin menguat.

Sukman Ibrahim, perwakilan dari Desa Dagan, bahkan langsung mengusulkan untuk segera membentuk RTIK Purbalingga.

“Dengan membentuk RTIK, nantinya para admin website desa memiliki wadah yang terstruktur. Sehingga mempunyai posisi tawar yang jelas. RTIK tidak hanya mengurusi website desa, melainkan juga melakukan pemberdayaan masyarakat mengenai teknologi informasi,” katanya.

Gagasan Pembentukan RTIK Dilaksanakan Februari 2017

Sementara itu, Pembina API Purbalingga, Baryati, yang juga hadir dalam Juguran mengatakan, ia tidak bisa lagi secara aktif menjadi Pembina API Purbalingga.

Pasalnya, ia telah dipindah ke SKPD lain, dengan tupoksi yang jauh dari TI.

“Namun, saya akan tetap bersama teman-teman di sini. Sebab, teknologi informasi sudah menjadi dunia saya,” papar Baryati.

Ia menegaskan, jika memang ada gagasan untuk membentuk RTIK Purbalingga, maka pihaknya mengharapkan agar semua anggota API menyetujuinya.

Diskusi tentang gagasan membentuk RTIK Purbalingga dilanjutkan via Grup WA, setelah acara Juguran selesai, dan seluruh peserta pulang.

Dalam diskusi melalui WhatsApp tersebut, disepakati bahwa gagasan membentuk RTIK Purbalingga, akan dilaksanakan pada Februari 2017.