Karangtaruna Kridatama Desa Dagan Gelar Kegiatan Bersih Kali Klawing

Karangtaruna Kridatama Desa Dagan Gelar Kegiatan Bersih Kali Klawing

Dagan—Karangtaruna Kridatama Desa Dagan menggelar kegiatan Bersih Kali Klawing, Minggu 31/3/2019) kemarin.

Ketua Karangatruna Desa Dagan, Rizki Imansyah mengatakan, kegiatan Bersih Kali Klawing merupakan implementasi dari peringatan hari air sedunia beberapa waktu lalu.

“Mestinya kegiatan tersebut dilaksanakan tepat pada hari air sedunia 22 Maret lalu. Namun karena kesibukan dan pekerjaan masing-masing anggota Karangtaruna, baru sekarang kegiatan tersebut terlaksana,” papar Kiki, sapaan akrab Rziki Imansyah.

Bagi Karangtaruna Kridatama Desa Dagan, lanjut Kiki, yang lebih penting dari peringatan hari air sedunia adalah adanya tindakan nyata untuk menyelamatkan air dan sungai. Selain itu, adanya sosialisasi kesadaran masyarakat akan pentingnya air, juga merupakan wujud nyata peringatan hari air sedunia.

Karena itu, pihaknya tetap melaksanakan kegiatan Bersih Kali Klawing sebagai bentuk nyata kepedulian Karangtaruna Kridatama Desa Dagan dalam memperingati hari air sedunia.

Sementara itu Camat Bobotsari, melalui Sekretaris Kecamatan, Sarno yang hadir dalam kegiatan tersebut mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi kegiatan yang dihelat oleh Karangtaruna Kridatama Desa Dagan.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan bersih kali Klawing. Sebab, air dan sungai sebagai lingkungan kita, merupakan masa depan yang harus tetap lestari,” paparnya.

Ia berharap, kegiatan tersebut dapat dijadikan agenda rutin yang dilaksanakan oleh segenap komponen masyarakat desa Dagan.

Penebaran Benih Ikan di Sungai Klawing dilakukan oleh Ibu Kepala Desa Dagan Hj. Sukarni, S.Sos dan Sekcam Bobotsari.

Penebaran Benih Ikan di Sungai Klawing dilakukan oleh Ibu Kepala Desa Dagan Hj. Sukarni, S.Sos dan Sekcam Bobotsari.

Melibatkan Berbagai Pihak

Kegiatan bertema Nguripi Banyu Nggo Urip atau Menhidupkan Air untuk Hidup itu juga melibatkan banyak pihak. Antara lain, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Purbalingga, Kelompok Pecinta Lingkungan, Komunitas Pecinta Kali Klawing, Pramuka, dan Lembaga pendidikan tinggi seperti Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto.

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul delapan pagi itu diisi dengan kegiatan bersih-bersih Kali Klawing, penebaran benih ikan, dan diakhiri dengan sarasehan tentang lingkungan.

Dalam acara sarasehan, tampil dosen Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto Bapak Siswandi sebagai narasumber.

Menurut Siswandi, pihaknya sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh para pemuda desa Dagan. Menurutnya, sungai adalah masa depan dunia yang perlu diperhatikan. Selain itu, berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Fakultas Geologi UNSOED, Sungai Klawing merupakan salah satu sungai yang menyimpan riwayat purbakala.

“Itu semua harus kita jaga dan lestarikan untuk masa depan kita,” pungkasnya.

Tim Penyusun RPJM Desa Dagan 2019-2025 Terbentuk

Tim Penyusun RPJM Desa Dagan 2019-2025 Terbentuk

Dagan—Tim penyusun Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJM Desa) Dagan tahun 2019-2025 terbentuk. Pembentukan tim tersebut dilakukan oleh Kepala Desa Dagan, Hj. Sukarni, S.Sos, Jumat (22/3).

Kepala Desa Dagan, Hj. Sukarni, S.Sos mengatakan, sesuai Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) No. 114 tahun 2014, RPJM Desa merupakan Rencana Kegiatan Pembangunan Desa untuk jangka waktu 6 (enam) tahun.

“RPJM Desa ini berisi usulan pembangunan dari masyarakat Desa Dagan, yang akan dilaksanakan selama senam tahun ke depan,” terang Sukarni.

Sesuai Permendagri 114 tahun 2014, lanjutnya, tim penyusun RPJM Desa terdiri dari minimal 9 orang, dan maksimal 11 orang. Sebelas orang tersebut  yang berasal dari unsur Pemerintah Desa, Lembaga Ketahanan Masyarakat Desa, Kader Pemberdayaan Masyarakat Desa, dan unsur masyarakat lainnya.

“Sesuai dengan kesepakatan forum, kita mengambil 11 orang untuk menjadi Tim Penyusun RPJM Desa Dagan,” kata Sukarni.

Kepala Desa Dagan Hj. Sukarni, S.Sos memimpin pembentukan Tim Penyusun RPJM Desa Dagan 2019-2025, di Gedung Serba Guna Desa Dagan, Jumat (22/3).

Adapun Tim Penyusun RPJM Desa Dagan tahun 2019-2025 yang terpilih adalah sebagai berikut:

Pembina: Hj. Sukarni, S.Sos (Kepala Desa)
Ketua: Subekti (Sekretaris Desa)
Sekretaris: Drs. H. Sutrisno (Ketua LKMD)
Anggota:
Nurhadi (Perangkat Desa
Yuni Prihatno (KPMD)
Wasiyati (Unsur Perempuan)
Kusnianti (Unsur Perempuan)
Sutarjo (Perangkat Desa)
Sumitro (Perangkat Desa)
Suparjo (Perangkat Desa)
Nova Andriani (Karangtaruna)

Setelah terbentuk, Tim penyusun RPJM Desa Dagan langsung bekerja. Tim tersebut hanya memiliki waktu tiga bulan untuk menyelesaikan RPJM Desa Dagan tahun 2019-2025.

Desa Harus Punya Basis Data Agar Pembangunan Tepat Sasaran

Desa Harus Punya Basis Data Agar Pembangunan Tepat Sasaran

Purbalingga- Basis data desa merupakan syarat mutlak bagi terciptanya pembangunan desa yang tepat sasaran. Jika tidak menggunakan data, pembangunan desa dapat menimbulkan pelbagai masalah.

Demikian dipaparkan Yusuf Murtiono dalam Pelatihan Relawan Sistem Informasi Desa (SID) di Owabong Cottage, Selasa-Rabu (19-20/2).

Menurut Yusuf, banyak desa yang belum memiliki basis data integral. Imbasnya, pelaksanaan pembangunan desa hanya berdasarkan visi dan misi kepala desa, yang juga tidak menggunakan basis data.

“Kalau tidak menggunakan basis data, jangan-jangan pembangunan yang dilaksanakan tidak dibutuhkan masyarakat desa,” tegasnya.

Kewenangan Lokal

Peserta Pelatihan SID Dinpermasdes

Peserta Pelatihan SID mempraktikan mengolah data di Owabong Cottage, Selasa-Rabu (19-20/2).

Sejauh ini lanjut Yusuf, data-data yang ada di desa masih didominasi oleh data yang dibuat oleh supra desa seperti Dinsos, dan BPS.

Padahal, terangnya, desa memiliki kewenangan lokal berskala desa seperti yang diamanatkan oleh Undang-Undang Desa untuk melakukan pendataan secara mandiri.

“Yang paham betul soal masyarakt desa yang Pemerintah Desa. Maka, desa perlu memiliki data sendiri yang lebih detail,” katanya.

Dengan demikian, lanjutnya, pembangunan dapat direncanakan berdasarkan kebutuhan riil masyarakat dengan basis data.

Sebenarnya, tegas Yusuf, dalam Undang-Undang Desa sudah sangat jelas mengatur kewenangan lokal desa. Kewenangan tersebut berbeda dengan kewenangan-kewenangan di wilayah lain.

Desa sangat berdaulat dan diberi kewenangan yang seluas-luasnya untuk mengatur rumah tangganya.

“Hanya, masih banyak yang belum memahami substansi Undang-Undang Desa,”.

Sistem Informasi Desa

Sementara itu, Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Purbalingga, Budi Santosa, S.H, M.Si mengatakan, untuk menampung data-data desa perlu menggunakan sistem berbasis teknologi.

“Oleh karena itu, Dinpermasdes Purbalingga bekerjasama dengan Forum Masyarakat Sipil Kebumen melaksanakan pelatihan sistem informasi desa,” paparnya.

Menurut Budi, pihaknya sudah menghimbau kepada desa-desa untuk menggunakan Sistem Informasi Desa (SID) sebagai Bank Data.

Hanya saja pihaknya mengakui bahwa pemanfaatan dan pemeliharaan data yang menggunakan SID belum maksimal.

“Dengan pelatihan ini, semoga desa-desa semakin semangat untuk menggunakan dan memaksimalkan SID sebagai basis data,” pungkasnya.

Ustadzah Mumpuni: Pemuda Punya Peran Penting dalam Kehidupan Beragama

Ustadzah Mumpuni: Pemuda Punya Peran Penting dalam Kehidupan Beragama

Dagan—Pemuda mempunyai peran penting dalam kehidupan beragama. Apalagi, dalam menghadapi tantangan era teknologi seperti sekarang ini.

Demikian dipaparkan Ustadzah Mumpuni Handayayekti dalam pengajian umum yang digelar oleh para pemuda yang tergabung dalam Kelompok Seni Thek-Thek Mutiara Budaya Desa Dagan, Senin (21/1) malam.

Ustadzah Mumpuni melanjutkan, Kelompok Seni Thek-Thek Mutiara Budaya Desa Dagan, Kecamatan Bobotsari, Kabupaten Purbalingga, kebanyakan anggotanya adalah anak muda.

Maka, tegasnya, hal tersebut menjadi bukti bahwa pemuda punya peran penting dalam kehidupan beragama, khususnya di Desa Dagan.

Apalagi, sambungnya, fenomena di masyarakat banyak pemuda yang justru asyik bersama gadget atau hand phone, ketimbang mengaji.

“Saya bangga ada pemuda desa yang menyelenggarakan pengajian, di tengah arus budaya modern ini,” katanya.

Ia berharap, dengan adanya pengajian tersebut, akan muncul para pemuda yang tangguh baik dari sisi keimanannya maupun kemampuannya menghadapi tantangan zaman.

Mumpuni Handayayekti

Dengan gaya dan suara yang khas, Ustadzah Mumpuni Handayayekti tampil dalam pengajian umum bertema “Perbaiki diri tanpa merendahkan yang lain” yang dihelat oleh Grup Kesenian Thek-Thek Mutiara Budaya Desa Dagan, Senin (21/1) malam.

Seni Bukan Hanya Hura-Hura

Sementara itu, Ketua Kelompok Seni Thek-Thek Mutiara Budaya Desa Dagan, Rustam HP mengatakan, meski bergerak dibidang kesenian, pihaknya ingin membuktikan bahwa kesenian itu selaras dengan agama.

“Karena itu, kami menyelenggarakan pengajian ini sebagai bukti bahwa seni tidak mesti harus hura-hura,” terang Rustam HP.

Kelompok Seni Thek-Thek Mutiara Budaya Desa Dagan juga turut mengiringi Ustadzah Mumpuni Handayayekti dalam alunan shalawat yang dilantunkan oleh Ustadzah Mumpuni.

Kegiatan pengajian yang dimulai pukul 20:30 WIB tersebut dihadiri oleh ratusan masyarakat baik dari desa Dagan, maupun luar desa Dagan.

“Masyarakat Desa Dagan cukup antusias mengikuti pengajian meski berakhir larut malam,” pungkas Rustam HP.

Calon Kades Petahana Unggul dalam Pilkades Desa Dagan

Calon Kades Petahana Unggul dalam Pilkades Desa Dagan

Dagan—Calon Kepala Desa Dagan nomor urut satu, Hj. Sukarni, S.Sos unggul dalam pemungutan suara Pemilihan Kepala Desa Dagan pada Minggu (16/12) kemarin.

Hj. Sukarni, S.Sos yang juga seorang petahana, mendapatkan perolehan suara sebanyak 767 suara. Disusul oleh calon nomor urut dua, Sarman yang memperoleh suara sebanyak 478 suara, dan calon nomor ururt dua, Trimono dengan perolehan suara sebanyak 402 suara.

Ketua Pelaksana Pemilihan Kepala Desa Dagan, Drs. H. Sutrisno mengatakan, jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) dalam Pilkades Dagan sebanyak 2885 pemilih. Dari jumlah DPT tersebut, yang hadir dalam pemungutan suara sebanyak 2162 pemilih, sedang yang tidak hadir sebanyak 732 pemilih.

PilkadesDagan

Warga Desa Dagan tampak antusias menggunakan hak pilihnya dalam pelaksanaan Pilkades pada Minggu, (16/12) kemarin. (Foto oleh Teguh Waluyo)

“Dari jumlah pemilih yang menggunakan hak pilihnya, sebnyak 1447 surat suara dinyatakan sah, sementara 715 surat suara dinyatakan tidak sah,” kata Sutrisno usai penghitungan suara.

Disinggung soal banyaknya surat suara yang tidak sah, Sutrisno menegaskan, pihaknya sudah bekerja secara maksimal. Selain itu, lanjutnya, ia juga menyayangkan minimnya waktu persiapan pelaksanaan Pilkades Dagan kali ini.

“Kami mengakui memang masih banyak kekurangan di sana-sini. Yang terpenting, pelaksanaan Pilkades Dagan berlangsung aman, tetib, dan lancar,” terangnya.

Ia menambahkan, pihaknya juga akan melakukan evaluasi secara internal kepanitiaan. Dari evaluasi tersebut, nantinya akan dapat disimpulkan di mana letak kesalahannya.

“Kami akan melakukan evaluasi, sekaligus membuat laporan pelaksanaan Pilkades kepada Badan Permusyawaratan Desa (BPD) desa Dagan,” tandasnya.

Secara umum, Sutrisno, mengucapkan terima kasih kepada masyarakat desa Dagan yang telah menggunakan hak pilihnya. Pihaknya juga berharap agar pelaksanaan Pilkades pada tahun-tahun berikutnya harus lebih baik dari sekarang.