Desa Dagan Jadi Pilot Project Penerapan Sistem Informasi Desa (SID) di Kabupaten Purbalingga

Desa Dagan Jadi Pilot Project Penerapan Sistem Informasi Desa (SID) di Kabupaten Purbalingga

Semarang—Desa Dagan, Kecamatan Bobotsari, Kabupaten Purbalingga menjadi salah satu Pilot Project penerapa Sistem Informasi Desa (SID).

Untuk memantapkan penerapan SID pada desa Pilot Project, Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa, Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dinpermasdukcapil) Provinsi Jawa Tengah, melaksanakan kegiatan Pelatihan Sistem Informasi Desa Bagi Aparat Kabupaten dan Desa.

Kepala Dinpermasdesdukcapil Jawa Tengah, Sudaryanto mengatakan, kegiatan pelatihan SID tersebut bertujuan untuk menyamakan persepsi soal tata kelola data dari tingkat desa hingga kabupaten.

“Dengan menggunakan SID, diharapkan ada kesamaan data-data baik dari desa, kecamatan hingga kabupaten. Sehingga akan memudahkan arah kebijakan pada masing-masing lokus kerja,” papar Sudaryanto, dalam sambutan pembukaan Pelatihan Sistem Informasi Desa Bagi Aparat Kabupaten dan Desa, Senin (2/7) di Hotel Neo Semarang.

Selama ini, lanjut Sudaryanto, masih banyak data-data lama yang digunakan dalam mengambil kebijakan pemerintah baik pemerintah desa, kecamatan, maupun kabupaten. Sehingga, kebijakan terkesan tidak tepat sasaran.

Penunjukan Desa sebagai pilot project Lanjut Sudaryanto, berdasarkan pada desa-desa yang sudah memiliki jaringan internet, memiliki website desa, dan sudah menerapkan SID.

Sistem Informasi Desa

Sementara itu, Kepala Bidang Teknologi dan Informasi Dinas Komunikasi dan Informatikan Jawa Tengah, Setyo Irawan mengatakan, Sistem Informasi Desa adalah sebuah sistem yang memuat data-data baik berupa data kependudukan, pendidikan, pekerjaan, dan data-data lain yang diperlukan sebagai dasar untuk mengambil kebijakan pemerintah.

Banyak pengembang SID di Jawa Tengah. Namun, nantinya Pemerintah Provinsi hanya akan menerapkan satu jenis SID agar ada kesamaan pengelolaan data.

“Dengan demikian, nantinya para operator akan satu persepsi dalam mengelola data-data yang masuk dalam SID,” paparnya.

Empat Desa Satu Kabupaten

Desa Dagan bukan satu-satunya desa yang menjadi pilot project penerapan SID di kabupaten Purbalingga.

Bersama tiga desa lainnya, yakni Desa Karanganyar, Desa Karangtengah, Desa Kalikajar, akan menjadi proyek percontohan penerapan SID.

“Desa-desa yang menjadi pilot project SID, diharapkan nantinya mampu menjadi contoh dalam penerapan SID di desa-desa lainnya,” kata Sapto Warsono, perwakilan Dinpermasdes Kabupaten Purbalingga yang turut dalam pelatihan SID.

Tim Pelaksana Kegiatan Dana Desa Dagan 2017 Serahkan Hasil Pembangunan

Tim Pelaksana Kegiatan Dana Desa Dagan 2017 Serahkan Hasil Pembangunan

Dagan—Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) Dana Desa (DD) Dagan tahun 2017 menyerahkan hasil pembangunan kepada Pemerintah Desa Dagan. Serah terima yang dilakukan dalam acara

Musyawarh Desa Serah Terima (MDST) berlangsung pada Sabtu, (20/1) kemarin.

Ketua TPK Desa Dagan, Drs. H. Sutrisno menjelaskan, DD tahun 2017 digunakan untuk membangun 10 titik kebutuhan infrastruktur. Dari jumlah tersebut, semuanya sudah selesai dikerjakan.

“Karena itu, hari ini kami menyerahkan sepenuhnya hasil pekerjaan pembangunan kepada Pemerintah Desa Dagan,” jelas Sutrisno.

Sesuai Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) Dagan tahun 2017, 10 titik pembangunan tersebut antara lain;

  1. Pembangunan Drainase Jalan di Dusun I
  2. Pemeliharaan Rabat Beton di Dusun I
  3. Pembangunan Drainase Jalan di Dusun II
  4. Pembangunan Rabat Beton di Dusun II
  5. Pembangunan Saluran Air Bersih di Dusun III
  6. Pembangunan Saluran Irigasi Cacingan di Dusun III
  7. Pemeliharaan Rabat Beton di Dusun IV
  8. Pembangunan Drainase Jalan di Dusun IV
  9. Perbaikan Saluran Air Bersih di Dusun IV
  10. Pembangunan Rabat Beton Jalan Desa di Dusun V

Selanjutnya, pihaknya meminta kepada Pemdes Dagan agar membentuk Tim Pemelihara hasil pembangunan di masing-masing wilayah Dusun.

Menerima Hasil Pekerjaan

Sementara itu, Kepala Desa Dagan, Hj. Sukarni, S.Sos menegaskan, pihaknya menerima hasil pekerjaan pembangunan yang dilakukan oleh TPK Desa Dagan dari anggaran DD tahun 2017.

Serah terima tersebut dilakukan dengan melakukan penandatanganan Berita Acara hasil pelaksanaan pembangunan dari anggaran DD tahun 2017.

“Kami memohon kepada masyarakat agar dapat menikmati dan turut menjaga hasil pembangunan yang telah dilaksanakan oleh TPK Desa Dagan,” papar Sukarni.

Kepala Desa Dagan Hj. Sukarni, S.Sos dan Ketua TPK DD Dagan 2017, Drs. Hj. Sutrisno menandatangani berita acara penyerahan hasil pembangunan DD 2017

Camat Bobotsari Drs. H. Harsono yang hadir dalam MDST tersebut menegaskan bahwa kegiatan MDST di Desa Dagan merupakan kegiatan pertama setelah pembangunan yang menggunakan DD tahun 2017 selesai dikerjakan.

“Saya berharap agar desa-desa yang lain juga segera melakukan MDST, mengingat kegiatan pembangunan dari anggaran DD tahun 2017 sudah selesai,” tegasnya.

Hal tersebut, lanjut Harsono, menjadi penting, karena hasil pembangunan harus diketahui oleh masyarakat desa.

Usai MDST, Camat Bobotsari didampingi Ketua TPK, Kepala Desa, Ketua BPD, dan Pendamping Desa langsung melakukan monitoring salah satu hasil pembangunan di Dusun V Desa Dagan berupa pembangunan Cor Rabat jalan sepanjang 509 meter.

“Jika melihat kondisi rabat jalan ini, saya sangat puas. Sehingga, masyarakat dapat menggunakan jalan tersebut untuk menunjang kebutuhan ekonomi, dan kebutuhan lainnya,” pungkas Harsono.

Camat Bobotsari, Drs. H. Harsono meninjau salah satu hasil pelaksanaan pembangunan dari anggaran DD Dagan 2017 di Dusun V Desa Dagan.

Aji Pangestu, Anak Muda Desa Dagan Pendaur Barang Bekas Menjadi Bernilai Rupiah

Aji Pangestu, Anak Muda Desa Dagan Pendaur Barang Bekas Menjadi Bernilai Rupiah

Dagan—Satu lagi anak muda di Desa Dagan, Kecamatan Bobotsari, Kabupaten Purbalingga yang memiliki ketrampilan menyulap barang bekas menjadi komoditi bernilai tinggi.

Adalah Aji Pangestu, yang berdomisili di RT 02 RW 05 Desa Dagan. Lulusan SMK N Bojongsari Purbalingga tersebut bercerita banyak kepada kontributor Web Desa Dagan, perihal kesukaannya menyulap barang bekas menjadi kerajinan tangan bernilai tinggi.

Ditemui di rumahnya beberapa waktu lalu, Aji mengatakan, ia sangat menyukai kerajinan tangan. Kesukaannya itu, ia wujudkan dalam bentuk pembuatan miniatur hiasan rumah.

“Yang sering saya lakukan adalah membuat miniatur pohon hiasan,” papar Aji Pengsetu.

Sejauh ini, ia telah membuat beberapa miniatur pohon hiasan rumah, yang ia pasang sendiri sebagai pelengkap interior di rumahnya.

Aji Pangestu

Aji Pangestu sedang membuat kerajinan tangan dari barang bekas.

Barang Bekas

Untuk membuat satu miniatur pohon, Aji membutuhkan waktu sekitar tiga hingga empat hari. Dari mulai mencari barang bekas, sampai membuat miniaturnya.

Untuk miniatur pohon, ia biasanya mencari ranting atau pohon yang sudah mati. Lalu, pohon tersebut dipoles menggunakan cat dengan warna coklat.

Sedangkan untuk daun, ia menggunakan kain bekas berwarna putih, kemudian melulurinya menggunakan pewarna.

Selain miniatur pohon, ia juga sering membuat miniatur bunga. Bahannya pun masih dari barang bekas.

“Untuk membuat miniatur bunga, saya biasa menggunakan kulit jagung yang sudah kering. Lalu saya luluri pewarna sesuai jenis bunganya,” terang Aji.

Hasil Karya Kerajinan Tangan Aji Pangestu

Salah satu Hasil Karya Kerajinan Tangan Aji Pangestu

Bernilai Tinggi

Aji melanjutkan, kerajinan tangan yang telah ia buat dibandrol dengan harga Rp. 100 ribu hingga Rp. 400 ribu.

“Untuk miniatur pohon yang tingginya mencapai satu meter, saya jual seharga Rp. 400 ribu,” tegasnya.

Untuk modal, ia hanya membeli beberapa bahan pewarna. Biasanya, pewarna yang ia gunakan adalah jenis Wenter.

Meski demikian, sejauh ini Aji Pangestu belum menjual buah tangannya tersebut kepada umum. Ia tengah berkonsentrasi untuk membuat karya yang lebih banyak dan bervariasi terlebih dahulu. Namun, jika ada yang datang ke rumah dan ingin membelinya, ia tidak sungkan untuk menjualnya.

“Jika hasil karya saya sudah banyak, saya akan menjualnya secara online juga,” pungkas putra pasangan Jamal dan Miswati tersebut.

Pelengkap Interior Rumah

Contoh lain kerajinan tangan yang dibuat Aji Pangestu

Kadinpermasdes Purbalingga, Kodadiyanto: Setiap Desa di Purbalingga Harus Memiliki Sistem Informasi Desa

Kadinpermasdes Purbalingga, Kodadiyanto: Setiap Desa di Purbalingga Harus Memiliki Sistem Informasi Desa

Purbalingga-Harapan para pegiat Teknologi Informasi (TI) desa di kabupaten Purbalingga agar setiap desa memiliki Sistem Informasi Desa (SID), tampaknya akan segera menjadi kenyataan.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dinpermasdes) Purbalingga, Kodadiyanto mengatakan, tahun 2018 diharapkan semua desa di kabupaten Purbalingga memiliki SID.

“Sistem informasi desa akan memudahkan semua pihak dalam merencanakan dan melaksanakan pembangunan. Sistem ini nantinya akan menjadi satu data yang terintegrasi dengan kabupaten,” papar Kodadiyanto, dalam acara Sosialisasi Pengembangan Sistem Informasi Desa (SID), Selasa (19/12) di Aula Kelurahan Bancar Purbalingga.

Lebih jauh ia menerangkan, pelaksanaan SID ini merupakan amanat Undang-Undang No. 06 tahun 2014 tentang desa. Di mana, lanjut Kodadiyanto, pada pasal 86 Undang-Undang No. 06 tahun 2014 tersebut, desa harus memiliki sistem informasi desa yang dikembangkan oleh pemerintah kabupaten.

“Sedangkan draf peraturan bupati sudah kita siapkan sebagai payung hukum pelaksanaan SID di kabupaten Purbalingga, dan tinggal menunggu ditandatangani bupati,” katanya.

sosialisasi SID

Dinpermasdes Purbalingga sosialisasikan program Sistem Informasi Desa (SID) kepada desa-desa di Kabupaten Purbalingga, Selasa (19/12) di Aula Kelurahan Bancar Purbalingga.

SID Berbasis Website

Sementara itu, perwakilan Dinas Komunikasi dan Indormatika (Dinkominfo) Purbalingga, Triono Edi mengatakan, SID dapat dijalankan secara online maupun offline.

Namun, agar semua pihak bisa mengakses data yang ada di desa, maka SID yang nanti akan digunakan di Purbalingga harus online. Karena itu, ia meminta kepada semua desa yang ada di Purbalingga untuk membuat website desa.

“Dinkominfo memfasilitasi bagi desa-desa yang ada di kabupaten Purbalingga untuk membuat website desa,” ujar Triono.

Jika desa sudah memiliki website, maka program SID akan mudah diintegrasikan dengan website desa.

Sejauh ini, lanjutnya, sudah ada 60 desa yang memiliki website desa, dari 224 desa yang ada di kabupaten Purbalingga. Karena itu, pihaknya meminta kepada desa yang belum memiliki website agar segera mendaftar ke Dinkominfo Purbalingga.

Kemudahan Pengelolaan Administrasi Desa

Di tempat yang sama, Kepala Desa Karanganyar, Tofik menerangkan, pihaknya sangat terbantu dengan aplikasi SID di desanya. Karanganyar menjadi satu-satunya desa yang telah menerapkan SID berbasis website di kabupaten Purbalingga.

“SID membuat pelayanan administrasi warga menjadi lebih mudah dan cepat,” katanya.

Salah satu contoh adalah dalam hal pelayanan pembuatan  surat keterangan. Petugas hanya cukup memasukan nama pemohon, maka secara otomatis data-data yang bersangkutan langsung tercatat. Sehingga tidak perlu cara manual. Karena itu, lanjutnya, ia dapat dengat cepat melayani kebutuhan administrasi warga desa.

Desa Dagan Segera Menerapkan SID

Sementara itu, admin website Desa Dagan, Sukman Ibrahim mengatakan, pihaknya sudah memiliki website desa. Hanya saja, belum menerapkan SID seperti desa Karanganyar.

Karena itu, terang Sukman, pihaknya akan segera menerapkan SID yang terintegrasi dengan website desa.

“Kita sudah punya softwarenya, dan tinggal menyiapkan SDM yang akan mengelola SID di desa Dagan,” pungkas Sukman, yang juga Kepala Dusun 5 Desa Dagan.

29 Santri TPQ Al Ihsan Dusun 4 Desa Dagan Diwisuda

29 Santri TPQ Al Ihsan Dusun 4 Desa Dagan Diwisuda

Dagan-Sebanyak 29 santri Taman Pendidikan Qur’an (TPQ) Al Ihsan Dusun 4 Desa Dagan diwisuda. Kegiatan tersebut berlangsung pada Sabtu (16/12).

Ketua panitia kegiatan, Sarman Widianto Sidiq mengatakan, kegiatan wisuda tersebut merupakan acara yang dilaksanakan setiap dua tahun sekali.

Sebelumnya, selama dua tahun, para siswa mengaji di TPQ Al Ihsan yang dibimbing oleh Ustad Mukhsin. Kajian tersebut meliputi tata cara membaca dan menghafal Al Qur’an.

“Saya sangat berterima kasih kepada seluruh warga masyarakat Dusun 4 Desa Dagan yang telah mengizinkan putra-putrinya untuk mengaji,” papar Sarman dalam sambutannya.

Ia berharap agar ke depan, semakin banyak anak-anak di wilayah setempat yang turut mengikuti kegiatan belajar membaca Al Qur’an di TPQ Al Ikhsan.

Penampilan Santri TPQ Al Ihsan Dusun 4 Desa Dagan sebelum prosesi wisuda dimulai, Sabtu (16/12)

Wali Santri Merasa Bersyukur

Sementara itu, salah satu Wali Santri, Sumitro mengatakan, ia merasa bersyukur karena putranya lulus Khotmil Qur’an di TPQ Al Ikhsan Dusun 4 Desa Dagan.

“Saya, mewakili para wali santri yang lain merasa sangat bersyukur dan berterima kasih kepada seluruh pengurus TPQ Al Ikhsan yang selama ini mendidik anak kami untuk belajar Al’Quran. Sehingga, anak kami lulus dalam belajar membaca Al Qur’an” kata Sumitro.

Fasilitasi Kebutuhan TPQ

Di tempat yang sama, Kepala Desa Dagan, Hj. Sukarnsi, S.Sos yang hadir dalam kegiatan tersebut menegaskan, pihaknya merasa bangga dengan adanya kegiatan tersebut.

Menurutnya, hal tersebut sejalan dengan misi Pemerintah Desa Dagan untuk mewujudkan masyarakat desa Dagan yang berakhlakul karimah.

“Perlu saya sampaikan juga bahwa dengan adanya Dana Desa dan Alokasi Dana Desa, semoga ke depan kita bisa membangun gedung TPQ yang representatif,” tutur Sukarni, dalam sambutannya.

Kegiatan wisuda santri Al Ikhsan tersebut berlangsung secara tertib dan aman. Sebelum di wisuda, salah satu perwakilan santri ditunjuk oleh KH. Khomsul Wafaid, S.Ag untuk membuktikan bahwa mereka memang sudah paham betul apa yang dipelajari selama ini di Al Ikhsan.

Setelah prosesi wisuda selesai, kegiatan dilanjutkan dengan ceramah oleh KH. Khomsul Wafaid, S.Ag dengan tema Maulid Nabi Muhammad.