Dagan—Satu lagi anak muda di Desa Dagan, Kecamatan Bobotsari, Kabupaten Purbalingga yang memiliki ketrampilan menyulap barang bekas menjadi komoditi bernilai tinggi.

Adalah Aji Pangestu, yang berdomisili di RT 02 RW 05 Desa Dagan. Lulusan SMK N Bojongsari Purbalingga tersebut bercerita banyak kepada kontributor Web Desa Dagan, perihal kesukaannya menyulap barang bekas menjadi kerajinan tangan bernilai tinggi.

Ditemui di rumahnya beberapa waktu lalu, Aji mengatakan, ia sangat menyukai kerajinan tangan. Kesukaannya itu, ia wujudkan dalam bentuk pembuatan miniatur hiasan rumah.

“Yang sering saya lakukan adalah membuat miniatur pohon hiasan,” papar Aji Pengsetu.

Sejauh ini, ia telah membuat beberapa miniatur pohon hiasan rumah, yang ia pasang sendiri sebagai pelengkap interior di rumahnya.

Aji Pangestu
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+

Aji Pangestu sedang membuat kerajinan tangan dari barang bekas.

Barang Bekas

Untuk membuat satu miniatur pohon, Aji membutuhkan waktu sekitar tiga hingga empat hari. Dari mulai mencari barang bekas, sampai membuat miniaturnya.

Untuk miniatur pohon, ia biasanya mencari ranting atau pohon yang sudah mati. Lalu, pohon tersebut dipoles menggunakan cat dengan warna coklat.

Sedangkan untuk daun, ia menggunakan kain bekas berwarna putih, kemudian melulurinya menggunakan pewarna.

Selain miniatur pohon, ia juga sering membuat miniatur bunga. Bahannya pun masih dari barang bekas.

“Untuk membuat miniatur bunga, saya biasa menggunakan kulit jagung yang sudah kering. Lalu saya luluri pewarna sesuai jenis bunganya,” terang Aji.

Hasil Karya Kerajinan Tangan Aji Pangestu
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+

Salah satu Hasil Karya Kerajinan Tangan Aji Pangestu

Bernilai Tinggi

Aji melanjutkan, kerajinan tangan yang telah ia buat dibandrol dengan harga Rp. 100 ribu hingga Rp. 400 ribu.

“Untuk miniatur pohon yang tingginya mencapai satu meter, saya jual seharga Rp. 400 ribu,” tegasnya.

Untuk modal, ia hanya membeli beberapa bahan pewarna. Biasanya, pewarna yang ia gunakan adalah jenis Wenter.

Meski demikian, sejauh ini Aji Pangestu belum menjual buah tangannya tersebut kepada umum. Ia tengah berkonsentrasi untuk membuat karya yang lebih banyak dan bervariasi terlebih dahulu. Namun, jika ada yang datang ke rumah dan ingin membelinya, ia tidak sungkan untuk menjualnya.

“Jika hasil karya saya sudah banyak, saya akan menjualnya secara online juga,” pungkas putra pasangan Jamal dan Miswati tersebut.

Pelengkap Interior Rumah
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+

Contoh lain kerajinan tangan yang dibuat Aji Pangestu