Pemuda Dusun 5 Desa Dagan Serius Garap Wisata Curug

Pemuda Dusun 5 Desa Dagan Serius Garap Wisata Curug

Dagan—Para pemuda di wilayah Dusun V desa Dagan bersepakat untuk menggarap salah satu Curug atau air terjun setempat sebagai lokasi wisata.

Achdiani, salah satu pemuda setempat mengatakan, keinginan untuk mengelola Curug sebenarnya sudah lama. Hanya saja, baru kali ini ia dan pemuda setempat memulainya.

“Sebagai warga di wilayah Dusun V, kami melihat Curug yang ada di sini sebenarnya cukup potensial untuk dikembangkan menjadi lokasi wisata,” paparnya.

Selain Curug, lanjut Akhdiani, ada potensi lain yang dapat dijadikan lokasi wisata, seperti Situs Purbakala Batu Menhir dan Arung Jeram di sungai Klawing.

Hampir setiap hari Minggu, para pemuda setempat bergotong royong menata lokasi Curug agar enak dipandang.

Membentuk POKDARWIS

Sebagai bentuk keseriusan mengelola lokasi wisata, para pemuda setempat telah mengadakan rapat bersama membentuk Kelompok Sadar Wisata Dusun V Desa Dagan.

Rapat yang diselenggarakan pada Sabtu, (15/7) malam tersebut berhasil membuat kepengurusan POKDARWIS di wilayah dusun setempat.

Achdiani sendiri terpilih sebagai ketua POKDARWIS melalui mekanisme kesepakatan peserta yang hadir.

“Ini kerja yang cukup berat. Namun, kami punya semangat dan cita-cita. Itu modal awal yang cukup berharga saya kira,” kata Achdiani, usai terpilih menjad ketua POKDARWIS Dusun V Desa Dagan.

Pemdes Mendukung Penuh

Sementara itu, Kepala Desa Dagan, Hj. Sukarni, S.Sos mengaskan pihaknya mendukung penuh atas usaha para pemuda di Dusun V untuk mewujudkan Curug di wilayah setempat sebagai tempat wisata.

“Ini prakarsa dari para pemuda. Karena itu, kami mendukung penuh usaha untuk menjadikan Curug di wilayah dusun V sebagai lokasi wisata,” paparnya.

Lebih jauh ia menegaskan, pihaknya meminta kepada warga setempat untuk mengusulkan Curug tersebut dalam Musyawarah Dusun, untuk dimasukan dalam APBDes.

“Saya bangga kepada para pemuda setempat yang memiliki semangat dan cita-cita mengelola tempat wisata. Karena itu, kami sangat mendukung upaya tersebut,” pungkasnya.

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1438 H, Mohon Maaf Lahir dan Batin

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1438 H, Mohon Maaf Lahir dan Batin

Dagan—Pemerintah menetapkan 1 Syawal 1438 Hijriah, atau Idul Fitri jatuh pada Minggu (25/6/2017). Dengan demikian, umat Islam yang ada di desa Dagan, Kecamatan Bobotsari, Kabupaten Purbalingga juga akan merayakan Hari Raya Idul Fitri pada hari Minggu ini.

Pelaksanaan shalat Idul Fitri dipusatkan di Lapangan Manunggal V Desa Dagan. Shalat Idul Fitri tersebut diikuti oleh masyarakat dari empat dusun dari lima dusun yang ada di Desa Dagan. Khusus dusun lima, pelaksanaan shalat Idul Fitri dipusatkan di Masjid Baitul Mu’minin Dusun lima.

Pasalnya, secara geografis, wilayah dusun lima adalah wilayah yang paling jauh dari pusat pemerintahan desa. Sehingga, pelaksanaan shalat Idul Fitri dipusatkan di masjid setempat.

Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mohon Maaf Lahir dan Batin

Pemerintah Desa Dagan, kecamatan Bobotsari, kabupaten Purbalingga mengucapkan selamat hari raya Idul Fitri 1438 Hijriah bagi umat Islam di wilayah Desa Dagan.

Pemerintah Desa Dagan juga memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat Desa Dagan, jika pelayanan pemerintah desa Dagan belum memuaskan.

“Di hari yang fitri ini, menjadi momentum kami untuk berbenah agar kinerja dan pelayanan kami lebih baik lagi,” papar Pelaksana Tugas Sekretaris Desa Dagan, Subekti, Minggu (25/6).

Pihaknya juga mengucapkan selamat datang di kampung halaman bagi warga desa Dagan yang sudah mudik dari perantauan.

“Pemerintah Desa Dagan juga berharap kepada para pemudik agar sudi memberi kontribusi pemikiran untuk kemajuan desa Dagan ke depan,” lanjut Subekti.

Sekali lagi, tegasnya, pemerintah desa Dagan mengucapkan selamat hari raya Idul Fitri 1438 H, mohon maaf lahir dan batin. (Gambar oleh gambarberkata)

Petani Desa Dagan Dihimbau Waspadai Serangan Wereng Coklat

Petani Desa Dagan Dihimbau Waspadai Serangan Wereng Coklat

Dagan— Para petani di desa Dagan dihimbau untuk mewaspadai serangan hama Wereng Coklat pada musim tanam ke dua tahun ini.

Kepala BPP Kecamatan Bobotsari, Kisno, melalui petugas Penyuluh Pertanian Lapangan, Toni Dwi Setiawan mengatakan, ada indikasi hama Wereng Coklat akan menyerang tanaman padi pada musim tanam kali ini.

“Bahakan, di beberapa desa di wilayah Kecamatan Bobotsari, hama Wereng Coklat sudah mulai menyerang. Tandanya, tanaman padi yang masih berumur muda sudah tampak keputih-putihan,” kata Toni.

Selain memberikan himbauan, BPP Kecamatan Bobotsari juga memberi rekomendasi obat untuk menangkal serangan hama Wereng Coklat.

Meski demikian, Toni tidak menjamin serangan hama Wereng akan hilang dengan beberapa obat yang direkomendasikan BPP.

Asuransi Pertanian Gratis

Lebih jauh Toni menjelaskan, pihaknya tidak ingin para petani gagal panen karena serangan hama Wereng Coklat.

Namun, pihaknya tetap mengantisipasi segala kemungkinan yang bisa menimpa para petani di desa Dagan. Karena itu, BPP Kecamatan Bobotsari menawarkan program asuransi pertanian secara gratis kepada para petani.

“Karena ini gratis, makanya kami berani menawarkan asuransi pertanian kepada para petani,” tegasnya.

Para petani di desa Dagan hanya diminta untuk mengisi formulir pendaftaran melalui Kelompok Tani (Poktan). Ketua Poktan inilah yang mengkoordinir para anggotanya untuk mengikuti program asuransi pertanian.

Program asuransi pertanian tanpa premi alias gratis ini, dapat diklaim jika para petani mengalami gagal panen hingga 75 persen dari luas areal lahan pertanian di masing-masing Poktan.

Antusias

Menanggapi hal tersebut, para petani di desa Dagan cukup antusias mendaftarkan diri dalam program asuransi pertanian.

Sekretaris Poktan Sri Mujan Dusun V Desa Dagan, Khoerun mengatakan, pihaknya sedang memproses pendaftaran asuransi pertanian dari para anggota.

“Kami sebenarnya berharap terbaik untuk para anggota. Namun, tidak ada salahnya kami mengikuti asuransi pertanian ini. Lagi pula, program ini gratis,” paparnya.

Pengrajin Batik Desa Dagan Wakili Purbalingga Ikuti Pameran UKM di Kabupaten Kudus

Pengrajin Batik Desa Dagan Wakili Purbalingga Ikuti Pameran UKM di Kabupaten Kudus

Dagan—Pengarjin Batik Desa Dagan, mewakili Kabupaten Purbalingga mengikuti pameran produk Usaha Kecil Menengah (UKM) di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.

Acara yang dihelat Pemerintah Kabupaten Kudus dalam rangka Pelaksanaan Tradisi Dandangan tersebut, berlangsung mulai tanggal 16-26 Mei 2017.

Perwakilan pengrajin Batik Desa Dagan, Diyatmi, mengatakan, pihaknya ditunjuk oleh Pemkab Purbalingga untuk mewakili Purbalingga dalam acara tersebut.

“Iya, dari Pemkab Purbalingga menunjuk pengrajin batik dari Desa Dagan untuk berangkat ke Kudus,” kata Diyatmi.

Batik Khas Purbalingga Turut Dipamerkan

Produk Batik desa Dagan yang dipamerkan di Kudus

Beberapa produk pengrajin batik tulis desa Dagan yang ikut dipamerkan di Kabupaten Kudus

Menurut Diyatmi, dalam acara pameran tersebut, ia juga turut mempromosikan batik khas Purbalingga, yaitu batik motif Lawa.

“Mumpung ada pameran, saya bawa juga produk batik khas Purbalingga ke Kudus,” paparnya.

Selain batik khas Purbalingga, pihaknya juga membawa serta batik tulis produk lokal Desa Dagan. Ia menegaskan, banyak motif batik tulis yang sudah diproduksi oleh pengrajin desa Dagan.

“Kami membawa banyak batik yang diproduksi oleh pengrajin batik desa Dagan. Harapannya, agar produk batik tulis desa Dagan semakin dikenal,” kata Diyatmi.

Dalam pameran tersebut, lanjutnya, banyak warga Kudus yang membeli produk batik Desa Dagan. Bahkan, ada beberapa dinas dari Pemkab Kudus yang juga ikut membelinya.

Difasilitasi Pemkab

Keberangkatan perajin batik Desa Dagan dalam pameran produk UKM di Kudus tersebut, difasilitasi oleh Pemerintah Kabupaten Purbalingga.

“Pemkab Kudus juga memberikan fasilitas gratis berupa Stand Pameran, dan penginapan,” papar Diyatmi.

Selain dari Purbalingga, Pemkab Kudus juga mengundang para pelaku UKM dari beberapa kabupaten di luar Kudus.

Hal tersebut sudah menjadi agenda tahunan Pemkab Kudus, setiap menjelang bulan Ramadan, dengan kemasan melaksanakan tradisi Dandangan.

“Acara-acara seperti ini sangat mendukung promosi usaha kecil menengah. Kami sangat berharap agar pemerintah sering mengadakan acara seperti di Kudus ini,” pungkasnya.

Inilah 3 Resolusi Yang Dihasilkan dari Refleksi 4 Tahun Domain Desa.Id

Inilah 3 Resolusi Yang Dihasilkan dari Refleksi 4 Tahun Domain Desa.Id

Dagan.desa.id— Refleksi 4 tahun usia domain Desa.Id yang dilaksanakan di Balai Desa Karanganyar, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Purbalingga, pada Sabtu 6 Mei 2017, menghasilkan 3 resolusi.

Pertama, komitmen bagi desa untuk tetap menggunakan domain Desa.Id sebagai identitas desa di jagat maya. Kedua, komitmen desa untuk terus bersuara dengan menggunakan website desa, dan ketiga, komitmen bagi desa untuk saling menguatkan jejaring desa.

Komitmen Tetap Menggunakan Domain Desa.Id

Domain Desa.Id yang pada mulanya menjadi domain publik, telah diambil alih oleh Kementrian Komunkiasi dan Informatika menjadi domain milik pemerintah.

Melalui Peraturan Mentri Komunikasi dan Informatika No. 5 tahun 2015, desa-desa yang akan menggunakan domain Desa.Id wajib memenuhi syarat yang ditetapkan dalam Permen tersebut.

Namun, syarat tersebut dinilai sangat menyulitkan bagi desa-desa yang ingin memiliki domain desa.id. Akibatnya, banyak desa yang enggan mendaftar, maupun memperpanjang domain Desa.Id.

Meski demikian, para peserta Refleksi 4 tahun domain Desa.Id berkomitmen untuk tetap menggunakan domain Desa.Id sebagai identitas desa di dunia maya.

Komitmen Desa Tetap Bersuara

Bagi desa-desa yang telah memiliki domain Desa.Id, diharapkan tetap bersemangat untuk terus bersuara melalui website desa.

Karena, website desa adalah alat yang paling murah dan mudah bagi desa untuk mengabarkan setiap pembangunan yang ada di desa.

Dengan demikian, publik akan mengetahui perkembangan sebuah desa melalui informasi yang dipublikasikan melalui website desa.

Komitmen Membangun Jejaring Desa

Di samping tetap mengabarkan informasi desa, diharapkan desa-desa yang sudah memiliki website untuk tetap membangun jejaring dengan desa-desa lain.

Melalui jejaring inilah, masing-masing desa dapat saling belajar dan bertukar pengalaman perihal perkembangan di desa masing-masing.

Sehingga, pada gilirannya, desa tetap mampu bersuara, dan mampu membangun dirinya secara mandiri.

Acara refleksi 4 tahun domain Desa.Id yang diinisiasi oleh Pemerintah Desa Karanganyar, Gerakan Desa Membangun (GDM), KIM Lentera desa Karanganyar, dan RTIK Purbalingga tersebut, dihadiri oleh desa-desa yang ada di Kabupaten Purbalingga, dan Kabupaten Banyumas.

Selain itu, hadir pula perwakilan RTIK dari Bandung dan Pemalang.

Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Purbalingga, Tri Gunawan, dan ditutup dengan sarasehan yang membahas perjalanan 4 tahun domain Desa.Id.