Pembangunan Infrastruktur Desa Dagan dari Anggaran DD 2017 Capai 75 persen

Pembangunan Infrastruktur Desa Dagan dari Anggaran DD 2017 Capai 75 persen

Dagan—Pembangunan infrastruktur di desa Dagan yang menggunakan anggaran Dana Desa (DD) tahun 2017 sudah mencapai 75 persen.

Ketua Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) DD tahun 2017 desa Dagan, Drs. H. Sutrisno, melalui Bendahara TPK, Tomo Sugihantoro menerangkan, tahun 2017 ini TPK melaksanakan 10 kegiatan pembangunan yang meliputi pembangunan Cor rabat beton, Drainase, Saluran Irigasi, dan pengadaan sarana dan prasarana air bersih.

“Untuk pelaksanaan Cor rabat beton dilaksankan di wilayah RW 6 dusun I sudah mencapai 100 persen. Demikian juga untuk pembangunan drainase di RW 8 dusun II, pembangunan Cor Rabat beton di RW 9 Dusun II, cor rabat beton dan drainase di wilayah Dusun IV, pembangunan saluran irigasi di wilayah Dusun III. Semua sudah mencapai 100 persen,” kata Tomo Sugihantoro.

Sementara itu untuk pembangunan deainase di RW 7 Dusun I baru mencapai 80 persen. Sedangkan pengadaan sarana dan prasarana air bersih di Dusun III dan IV sudah mencapai 90 persen. Demikian juga pembangunan Cor Rabat Beton di wilayah Dusun V, baru mencapai 45 persen.

Pengerjaan Rabat Jalan Dusun V Desa Dagan

Pengerjaan Rabat Jalan Dusun V Desa Dagan terus dikebut agar sesuai target.

Pelaksanaan Program Pemberdayaan

Lebih jauh Tomo menegaskan, untuk program pemberdayaan berupa Rehab Rumah Tidak Layak Huni (RRTLH) sebanyak 10 rumah, sudah mencapai 100 persen. Program pemberdayaan lain yang sudah mencapai 100 persen pelaksanaannya adalah bantuan siswa tidak mampu dari jenjang SD-SMA, bantuan kegiatan kelompok seni budaya yang tercatat oleh Pemdes Dagan.

“Sisa kegiatan pembangunan yang belum selesai 100 persen, sedang terus dikebut pengerjaannya agar sesuai target,” pungkas Tomo.

Terkendala Cuaca dan Material

Kepala Dusun V Desa Dagan, Sukman mengatakan, lambatnya finishing kegiatan pembangunan infrastruktur dengan anggaran dari Dana Desa tahun 2017 terkendala oleh cuaca dan ketersediaan bahan material.

“Cuaca hujan memaksa para pekerja untuk berhenti bekerja. Apalagi, hujan yang turun tidak menentu. Selain itu, ketersediaan material juga kurang, dikarenakan banyaknya pembangunan infrastruktur di desa Dagan,” papar Sukman.

Desa Dagan Ikut Belajar Tata Kelola Desa di Desa Dlingo, Kabupaten Bantul

Desa Dagan Ikut Belajar Tata Kelola Desa di Desa Dlingo, Kabupaten Bantul

Dlingo, Bantul-Pemerintah Desa Dagan, Kecamatan Bobotsari, ikut belajar tata kelola desa di desa Dlingo, kecamatan Dlingo, kabupaten Bantul, Yogyakarta. Kegiatan tersebut juga diikuti oleh 16 desa di Kecamatan Bobotsari, Kabupaten Purbalingga.

Sekretaris Kecamatan Bobotsari, Revon HD yang turut mendampingi kegiatan tersebut mengatakan, Studi Banding ke Desa Dlingo dilaksanakan dengan tujuan untuk belajar tata kelola desa yang lebih baik.

“Dlingo, adalah salah satu desa di Kabupaten Bantul yang memiliki konsep tata kelola desa sesuai dengan Undang-Undang Desa,” kata Revon, Rabu, (29/11) kemarin.

Lebih jauh ia menegaskan, salah satu hal yang cukup menarik adalah di pembangunan di desa Dlingo, lebih menekankan pada pemberdayaan masyarakat. Sementara untuk pembangunan fisik, prosentasenya lebih kecil.

Diskusi Tata Kelola Desa bersama Pemdes Dlingo, Kabupaten Bantul Rabu (29/11)

Pemberdayaan Masyarakat Diutamakan

Sementara itu, Kepala Desa Dagan, Hj. Sukarni, S.Sos mengatakan, pihaknya cukup terkesan dengan tata kelola desa di desa Dlingo.

Menurutnya, Dlingo merupakan desa yang lebih mengutamakan pembangunan pemberdayaan masyarakat.

“Dengan menekankan pembangunan di bidang pemberdayaan masyarakat, Dlingo berupaya untuk membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya partisipasi dalam pembangunan desa,” papar Sukarni.

Ia mencontohkan, Dlingo memiliki Toko Milik Rakyat (TOMIRA) yang dikelola di bawah Badan Usaha Milik Desa (BUMDES). Tidak main-main, Kepala Desa Dlingo menggelontor uang ratusan juta rupiah untuk penyertaan modal BUMDES.

“Itu artinya, Pemdes Dlingo ingin agar masyarakat memiliki kesadaran ekonomi untuk meningkatkan taraf hidup. Dan Pemdes Dlingo, memfasilitasi setiap kebutuhannya,” terangnya.

Setelah studi banding tersebut, Sukarni menegaskan, pihaknya menjadi lebih semangat untuk membangkitkan kembali BUMDES di desa Dagan yang pernah ada.

“Kami juga ingin menjalankan BUMDES yang dulu sudah ada. Rencananya akan kami kelola kembali sesuai dengan aturan yang berlaku,” tegasnya.

Hal senada juga diamini oleh para kepala desa yang hadir dalam kegiatan studi banding tersebut. Kepala Desa Tlagayasa, M. Taufik menegaskan, studi banding tersebut cukup membuat pihaknya menjadi lebih bersemangat dalam meningkatkan pembangunan di bidang pemberdayaan masyarakat.

APBDes Dlingo menganggarkan lebih banyak untuk bidang pemberdayaan masyarakat

Pengelolaan Sistem Informasi Desa

Kepala Desa Dagan, Hj. Sukarni, S.Sos (berkerudung biru) menyimak penjelasan Pemdes Dlingo soal Tata Kelola Desa

Selain pemberdayaan masyarakat, Pemdes Dlingo juga menekankan pembangunan di bidang Teknologi Informasi (TI).

“Sebagai wujud keterbukaan publik, kami juga mengembangkan Sistem Informasi Desa (SID) berbasis website desa. Dengan SID, kami menyampaikan kepada masyarakat desa Dlingo tentang penggunaan Dana Desa. Sehingga, masyarakat mendapatkan haknya untuk mengetahui penggunaan dana rakyat tersebut,” papar Sekretaris Desa Dlingo, Syamsul Malik.

Selain SID, pihaknya juga memiliki Radio Komunitas yang dikelola sepenuhnya oleh para pemuda setempat. Pemdes Dlingo juga menganggarkan honor bagi para pemuda yang turut mengelola Sistem Informasi Desa dan Radio Komunitas setempat.

Foto bersama usai Diskusi Tata Kelola Desa bersama Pemdes Dlingo

 

250 Petani di Desa Dagan Terima Kartu Tani

250 Petani di Desa Dagan Terima Kartu Tani

Dagan—Sebanyak 250 petani di desa Dagan menerima Kartu Tani. Pembagian kartu untuk pembelian pupuk bersubsidi tersebut dibagikan pada Senin siang kemarin, di Aula Serba Guna desa Dagan.

Para petani yang menerima Kartu Tani, sebelumnya sudah mengumpulkan data berupa KTP, KK, dan SPPT lahan pertanian, pada masing-masing lima Kelompok Tani di desa Dagan.

Menurut Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) desa Dagan, Toni Dwi Sasongko yang hadir dalam kegiatan tersebut, Kartu Tani merupakan program Gubernur Jawa Tengah, yang bertujuan untuk memberikan kemudahan bagi para petani dalam mendapatkan pupuk bersubsidi.

“Selain itu, tujuan Kartu Tani adalah untuk mewujudkan distribusi pupuk bersubsidi sesuai dengan Asas 6 (enam) Tepat. Yakni, tepat jumlah, jenis, waktu, tempat, mutu dan harga, serta pemberian layanan perbankan bagi petani,” papar Toni.

Efektif Digunakan tahun 2018

Pembagian Kartu Tani di Desa Dagan

Pembagian Kartu Tani di Desa Dagan

Lebih jauh Toni menjelaskan, Kartu Tani yang sudah dibagikan dapat digunakan secara efektif terhitung mulai tahun 2018 mendatang.

Untuk mendapatkan pupuk bersubsidi, petani hanya cukup membawa Kartu Tani ke penyedia pupuk bersubsidi yang telah ditunjuk oleh pemerintah. Namun, para petani harus mengisi saldo terlebih dahulu di Kartu Tani masing-masing. Pengisian saldo, terang Toni, dapat dilakukan di Bank BRI Unit Bobotsari.

“Jika sudah diisi saldo, maka petani bisa langsung membeli pupuk bersubsidi di toko pertanian yang ditunjuk, dengan menggesek kartu pada mesin gesek,” kata Toni.

Selain sebagai alat bayar pupuk bersubsidi, Kartu Tani juga dapat digunakan sebagai ATM, dan dapat digunakan sebagai alat transaksi lainnya, seperti kartu-kartu perbankan pada umumnya.

“Dengan demikian, meski belum tahun 2018, Kartu Tani dapat digunakan sebagai alat transaksi lainnya, asal sudah diisi saldo,” pungkasnya.

Mendengarkan paparan

Sebelum pembagian Kartu Tani, para petani mendengarkan paparan penjelasan tentang Kartu Tani

Desa Dagan Bangun 10 Kebutuhan Infrastruktur Menggunakan Dana Desa Tahun 2017

Desa Dagan Bangun 10 Kebutuhan Infrastruktur Menggunakan Dana Desa Tahun 2017

Dagan—Guna memenuhi kebutuhan sosial dasar masyarakat desa Dagan, Pemerintah Desa Dagan melalui Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) Dana Desa tahun 2017, membangun 10 titik kegiatan infrastruktur.

Kebutuhan infrastruktur tersebut sebagian besar berupa pembangunan Talud Jalan, Cor Rabat Jalan, Irigasi, Drainase, dan Pembangunan Saluran Air Bersih.

Ketua Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) Dana Desa (DD) Desa Dagan, Drs. H. Sutrisno mengatakan, kegiatan pembangunan infrastruktur tersebut seluruhnya menggunakan anggaran Dana Desa tahun 2017.

“Mayoritas anggaran DD tahun 2017 digunakan untuk pembangunan fisik. Sebab, masih banyak kebutuhan sosial dasar berupa infrastruktur di desa Dagan yang belum terpenuhi,” papar Sutrisno, kemarin.

Lebih jauh Sutrisno menerangkan, 10 pemenuhuan kebutuhan infrastruktur tersebut antara lain;

  1. Pembangunan Drainase Jalan di Dusun I
  2. Pemeliharaan Rabat Beton di Dusun I
  3. Pembangunan Drainase Jalan di Dusun II
  4. Pembangunan Rabat Beton di Dusun II
  5. Pembangunan Saluran Air Bersih di Dusun III
  6. Pembangunan Saluran Irigasi Cacingan di Dusun III
  7. Pemeliharaan Rabat Beton di Dusun IV
  8. Pembangunan Drainase Jalan di Dusun IV
  9. Perbaikan Saluran Air Bersih di Dusun IV
  10. Pembangunan Rabat Beton Jalan Desa di Dusun V

Adapun jumlah anggaran yang digunakan dalam pembangunan 10 infrastruktur tersebut dapat dilihat pada masing-masing papan proyek pembangunan.

Pembangunan Rabat jalan Dagan

Pelaksana pekerjaan kegiatan DD desa Dagan tahun 2017 berasal dari masyarakat Desa Dagan

Bantuan Khusus Keuangan

Sementara itu, untuk pembangunan Kantor Kepala Desa Dagan menggunakan alokasi dana Bantuan

Khusus Keuangan (BKK) kabupaten Purbalingga tahun 2017 senilai Rp. 200 juta.

“Alhamdulillah, Dagan mendapatkan Bantuan Khusus Keuangan dari Kabupaten Purbalingga. Meskipun, bantuan tersebut sifatnya sebagai stimulan. Sebab, sesuai rancangan anggaran biaya, pembangunan Kantor Kepala Desa Dagan memerlukan dana sebesar Rp. 680 juta,” terang Sutrisno.

Kantor Desa Dagan dibongkar

Kantor Kepala Desa Dagan sudah mulai dibongkar untuk dibangun menggunakan dana Bantuan Khusus Keuangan dari Kabupaten Purbalingga

Transparasi APBDes

APBDes Dagan 2017

Baliho transparasi APBDes Desa Dagan tahun 2017

Sementara itu, Kepala Desa Dagan, Hj. Sukarni, S.Sos mengatakan, sebagai bentuk penerapan amanat Undang-Undang No. 6 tahun 2014 tentang desa, pihaknya telah memasang banner transparasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) tahun 2017 di 5 wilayah dusun.

“Kami berharap agar masyarakat dapat mencermati transparasi APBDes tahun 2017 yang telah dipasang di masing-masing wilayah dusun,” kata Sukarni.

Ia menegaskan, pihaknya sangat terbuka dengan masukan, kritik yang membangun dari masyarakat Desa Dagan.

Pengawasan Pelaksanaan Pembangunan

Hal senada juga dipaparkan Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Dagan, Joko Pranoto, S.Sos.

Menurutnya, masyarakat wajib mengawasi pelaksanaan pembangunan yang ada di wilayah Desa Dagan. BPD, tegas Joko, siap menampung dan menyampaikan aspirasi masyarakat desa Dagan, demi terlaksana pembangunan yang transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Semua masyarakat Desa Dagan berhak mengawasi jalannya pembangunan di wilayah Desa Dagan. Kami siap menjadi wadah aspirasi masyarakat jika mengalami kendala dalam penyampaian hasil pengawasan,” pungkas Joko Pranoto.

Musdus Dusun 5: Meski Bukan Program Prioritas, Pengembangan Wisata Curug Banyu Mili Masuk Program Unggulan

Musdus Dusun 5: Meski Bukan Program Prioritas, Pengembangan Wisata Curug Banyu Mili Masuk Program Unggulan

Dagan—Musyawarah Dusun (Musdus) 5 Desa Dagan yang berlangsung Sabtu (7/10) malam, berhasil menyepakati beberapa usulan program pembangunan desa yang akan dilaksanakan tahun 2018 mendatang.

Salah satu usulan dari peserta Musdus adalah pengembangan potensi wisata Curug Banyu Mili yang ada di wilayah Dusun 5 Desa Dagan.

Aji Pangestu, peserta Musdus yang mewakili para pemuda di Dusun 5 Desa Dagan, berhasil meyakinkan forum setelah mengungkapkan beberapa argumen terkait Pengembangan Wisata Curug Banyu Mili.

Menurutnya, pengembangan wisata adalah salah satu sektor yang dalam jangka panjang dapat memenuhi kebutuhan ekonomi warga.

“Jika Dusun 5 Desa Dagan memiliki wisata, maka dengan sendirinya pendapatan ekonomi warga akan naik perlahan. Jika Curug dibangun lebih representatif, maka saya percaya bahwa akan banyak pengunjung. Banyak pengunjung, berarti semakin banyak pemasukan,” papar Aji, dalam argumentasinya.

Meski demikian, pada saat penempatan prioritas program yang akan dilaksanakan tahun 2018 mendatang, peserta forum memilih pembangunan Cor Rabat Jalan di wilayah Dusun 5. Dengan demikian, usulan program Pengembangan Wisata Curug Banyu Mili di dusun 5 menempati posisi ke dua.

Musyawarah Dusun 5 Desa Dagan

Suasana Musyawarah Dusun 5 Desa Dagan yang dilaksanakan Sabtu (7/10) malam, mengakomodir usulan pengembangan Curug Wisata Banyu Mili Menjadi Program Unggulan

Sinergi Program Pembangunan

Aji menegaskan, pihaknya tidak lantas kecewa. Mengingat, usulan prioritas pembangunan Cor Rabat Jalan di wilayah Dusun 5 sangat mendukung infrastruktur menuju akses ke lokasi wisata Curug.

“Jika akses jalan diperbaiki, maka itu sama saja mendukung usulan kami dari para pemuda. Sebab, sejauh ini hanya ada satu akses jalan yang layak untuk menuju lokasi Curug. Artinya, usulan pembangunan Cor Rabat Jalan sinergi dengan usulan pengembangan wisata,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Dagan, Hj. Sukarni, S.Sos yang hadir dalam kegiatan Musdus tersebut mengungkapkan, pihaknya sangat mendukung pengembangan wisata Curug.

“Hanya saja, menurut saya harus dibangun infrastruktur berupa jalan, agar akses menuju lokasi wisata Curug semakin mudah,” papar Sukarni.

Jadi, sambungnya, jika akses menuju lokasi wisata sudah bagus, maka kedepan kita anggarkan untuk pengembangan wisata, sesuai usulan warga dusun 5.

“Selain itu, Lokawisata Curug Banyu Mili akan masuk dalam salah satu sektor usaha di bawah naungan Badan Usaha Milik Desa atau BUMDes,” pungkasnya.