Selamat Hari Raya Idul Fitri 1438 H, Mohon Maaf Lahir dan Batin

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1438 H, Mohon Maaf Lahir dan Batin

Dagan—Pemerintah menetapkan 1 Syawal 1438 Hijriah, atau Idul Fitri jatuh pada Minggu (25/6/2017). Dengan demikian, umat Islam yang ada di desa Dagan, Kecamatan Bobotsari, Kabupaten Purbalingga juga akan merayakan Hari Raya Idul Fitri pada hari Minggu ini.

Pelaksanaan shalat Idul Fitri dipusatkan di Lapangan Manunggal V Desa Dagan. Shalat Idul Fitri tersebut diikuti oleh masyarakat dari empat dusun dari lima dusun yang ada di Desa Dagan. Khusus dusun lima, pelaksanaan shalat Idul Fitri dipusatkan di Masjid Baitul Mu’minin Dusun lima.

Pasalnya, secara geografis, wilayah dusun lima adalah wilayah yang paling jauh dari pusat pemerintahan desa. Sehingga, pelaksanaan shalat Idul Fitri dipusatkan di masjid setempat.

Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mohon Maaf Lahir dan Batin

Pemerintah Desa Dagan, kecamatan Bobotsari, kabupaten Purbalingga mengucapkan selamat hari raya Idul Fitri 1438 Hijriah bagi umat Islam di wilayah Desa Dagan.

Pemerintah Desa Dagan juga memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat Desa Dagan, jika pelayanan pemerintah desa Dagan belum memuaskan.

“Di hari yang fitri ini, menjadi momentum kami untuk berbenah agar kinerja dan pelayanan kami lebih baik lagi,” papar Pelaksana Tugas Sekretaris Desa Dagan, Subekti, Minggu (25/6).

Pihaknya juga mengucapkan selamat datang di kampung halaman bagi warga desa Dagan yang sudah mudik dari perantauan.

“Pemerintah Desa Dagan juga berharap kepada para pemudik agar sudi memberi kontribusi pemikiran untuk kemajuan desa Dagan ke depan,” lanjut Subekti.

Sekali lagi, tegasnya, pemerintah desa Dagan mengucapkan selamat hari raya Idul Fitri 1438 H, mohon maaf lahir dan batin. (Gambar oleh gambarberkata)

Petani Desa Dagan Dihimbau Waspadai Serangan Wereng Coklat

Petani Desa Dagan Dihimbau Waspadai Serangan Wereng Coklat

Dagan— Para petani di desa Dagan dihimbau untuk mewaspadai serangan hama Wereng Coklat pada musim tanam ke dua tahun ini.

Kepala BPP Kecamatan Bobotsari, Kisno, melalui petugas Penyuluh Pertanian Lapangan, Toni Dwi Setiawan mengatakan, ada indikasi hama Wereng Coklat akan menyerang tanaman padi pada musim tanam kali ini.

“Bahakan, di beberapa desa di wilayah Kecamatan Bobotsari, hama Wereng Coklat sudah mulai menyerang. Tandanya, tanaman padi yang masih berumur muda sudah tampak keputih-putihan,” kata Toni.

Selain memberikan himbauan, BPP Kecamatan Bobotsari juga memberi rekomendasi obat untuk menangkal serangan hama Wereng Coklat.

Meski demikian, Toni tidak menjamin serangan hama Wereng akan hilang dengan beberapa obat yang direkomendasikan BPP.

Asuransi Pertanian Gratis

Lebih jauh Toni menjelaskan, pihaknya tidak ingin para petani gagal panen karena serangan hama Wereng Coklat.

Namun, pihaknya tetap mengantisipasi segala kemungkinan yang bisa menimpa para petani di desa Dagan. Karena itu, BPP Kecamatan Bobotsari menawarkan program asuransi pertanian secara gratis kepada para petani.

“Karena ini gratis, makanya kami berani menawarkan asuransi pertanian kepada para petani,” tegasnya.

Para petani di desa Dagan hanya diminta untuk mengisi formulir pendaftaran melalui Kelompok Tani (Poktan). Ketua Poktan inilah yang mengkoordinir para anggotanya untuk mengikuti program asuransi pertanian.

Program asuransi pertanian tanpa premi alias gratis ini, dapat diklaim jika para petani mengalami gagal panen hingga 75 persen dari luas areal lahan pertanian di masing-masing Poktan.

Antusias

Menanggapi hal tersebut, para petani di desa Dagan cukup antusias mendaftarkan diri dalam program asuransi pertanian.

Sekretaris Poktan Sri Mujan Dusun V Desa Dagan, Khoerun mengatakan, pihaknya sedang memproses pendaftaran asuransi pertanian dari para anggota.

“Kami sebenarnya berharap terbaik untuk para anggota. Namun, tidak ada salahnya kami mengikuti asuransi pertanian ini. Lagi pula, program ini gratis,” paparnya.

Pengrajin Batik Desa Dagan Wakili Purbalingga Ikuti Pameran UKM di Kabupaten Kudus

Pengrajin Batik Desa Dagan Wakili Purbalingga Ikuti Pameran UKM di Kabupaten Kudus

Dagan—Pengarjin Batik Desa Dagan, mewakili Kabupaten Purbalingga mengikuti pameran produk Usaha Kecil Menengah (UKM) di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.

Acara yang dihelat Pemerintah Kabupaten Kudus dalam rangka Pelaksanaan Tradisi Dandangan tersebut, berlangsung mulai tanggal 16-26 Mei 2017.

Perwakilan pengrajin Batik Desa Dagan, Diyatmi, mengatakan, pihaknya ditunjuk oleh Pemkab Purbalingga untuk mewakili Purbalingga dalam acara tersebut.

“Iya, dari Pemkab Purbalingga menunjuk pengrajin batik dari Desa Dagan untuk berangkat ke Kudus,” kata Diyatmi.

Batik Khas Purbalingga Turut Dipamerkan

Produk Batik desa Dagan yang dipamerkan di Kudus

Beberapa produk pengrajin batik tulis desa Dagan yang ikut dipamerkan di Kabupaten Kudus

Menurut Diyatmi, dalam acara pameran tersebut, ia juga turut mempromosikan batik khas Purbalingga, yaitu batik motif Lawa.

“Mumpung ada pameran, saya bawa juga produk batik khas Purbalingga ke Kudus,” paparnya.

Selain batik khas Purbalingga, pihaknya juga membawa serta batik tulis produk lokal Desa Dagan. Ia menegaskan, banyak motif batik tulis yang sudah diproduksi oleh pengrajin desa Dagan.

“Kami membawa banyak batik yang diproduksi oleh pengrajin batik desa Dagan. Harapannya, agar produk batik tulis desa Dagan semakin dikenal,” kata Diyatmi.

Dalam pameran tersebut, lanjutnya, banyak warga Kudus yang membeli produk batik Desa Dagan. Bahkan, ada beberapa dinas dari Pemkab Kudus yang juga ikut membelinya.

Difasilitasi Pemkab

Keberangkatan perajin batik Desa Dagan dalam pameran produk UKM di Kudus tersebut, difasilitasi oleh Pemerintah Kabupaten Purbalingga.

“Pemkab Kudus juga memberikan fasilitas gratis berupa Stand Pameran, dan penginapan,” papar Diyatmi.

Selain dari Purbalingga, Pemkab Kudus juga mengundang para pelaku UKM dari beberapa kabupaten di luar Kudus.

Hal tersebut sudah menjadi agenda tahunan Pemkab Kudus, setiap menjelang bulan Ramadan, dengan kemasan melaksanakan tradisi Dandangan.

“Acara-acara seperti ini sangat mendukung promosi usaha kecil menengah. Kami sangat berharap agar pemerintah sering mengadakan acara seperti di Kudus ini,” pungkasnya.

Inilah 3 Resolusi Yang Dihasilkan dari Refleksi 4 Tahun Domain Desa.Id

Inilah 3 Resolusi Yang Dihasilkan dari Refleksi 4 Tahun Domain Desa.Id

Dagan.desa.id— Refleksi 4 tahun usia domain Desa.Id yang dilaksanakan di Balai Desa Karanganyar, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Purbalingga, pada Sabtu 6 Mei 2017, menghasilkan 3 resolusi.

Pertama, komitmen bagi desa untuk tetap menggunakan domain Desa.Id sebagai identitas desa di jagat maya. Kedua, komitmen desa untuk terus bersuara dengan menggunakan website desa, dan ketiga, komitmen bagi desa untuk saling menguatkan jejaring desa.

Komitmen Tetap Menggunakan Domain Desa.Id

Domain Desa.Id yang pada mulanya menjadi domain publik, telah diambil alih oleh Kementrian Komunkiasi dan Informatika menjadi domain milik pemerintah.

Melalui Peraturan Mentri Komunikasi dan Informatika No. 5 tahun 2015, desa-desa yang akan menggunakan domain Desa.Id wajib memenuhi syarat yang ditetapkan dalam Permen tersebut.

Namun, syarat tersebut dinilai sangat menyulitkan bagi desa-desa yang ingin memiliki domain desa.id. Akibatnya, banyak desa yang enggan mendaftar, maupun memperpanjang domain Desa.Id.

Meski demikian, para peserta Refleksi 4 tahun domain Desa.Id berkomitmen untuk tetap menggunakan domain Desa.Id sebagai identitas desa di dunia maya.

Komitmen Desa Tetap Bersuara

Bagi desa-desa yang telah memiliki domain Desa.Id, diharapkan tetap bersemangat untuk terus bersuara melalui website desa.

Karena, website desa adalah alat yang paling murah dan mudah bagi desa untuk mengabarkan setiap pembangunan yang ada di desa.

Dengan demikian, publik akan mengetahui perkembangan sebuah desa melalui informasi yang dipublikasikan melalui website desa.

Komitmen Membangun Jejaring Desa

Di samping tetap mengabarkan informasi desa, diharapkan desa-desa yang sudah memiliki website untuk tetap membangun jejaring dengan desa-desa lain.

Melalui jejaring inilah, masing-masing desa dapat saling belajar dan bertukar pengalaman perihal perkembangan di desa masing-masing.

Sehingga, pada gilirannya, desa tetap mampu bersuara, dan mampu membangun dirinya secara mandiri.

Acara refleksi 4 tahun domain Desa.Id yang diinisiasi oleh Pemerintah Desa Karanganyar, Gerakan Desa Membangun (GDM), KIM Lentera desa Karanganyar, dan RTIK Purbalingga tersebut, dihadiri oleh desa-desa yang ada di Kabupaten Purbalingga, dan Kabupaten Banyumas.

Selain itu, hadir pula perwakilan RTIK dari Bandung dan Pemalang.

Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Purbalingga, Tri Gunawan, dan ditutup dengan sarasehan yang membahas perjalanan 4 tahun domain Desa.Id.

4 Tahun Domain Desa.ID:  Menebar Semangat Identitas Desa di Jagat Maya (Catatan Admin)

4 Tahun Domain Desa.ID: Menebar Semangat Identitas Desa di Jagat Maya (Catatan Admin)

Desa Dagan menjadi desa pertama yang menggunakan domain desa.id di Kecamatan Bobotsari, Kabupaten Purbalingga.

Sebelumnya, desa Dagan menggunakan ekstensi domain .com. Sebagai admin, saya masih ingat betul betapa rumit dan birokratis mendaftarkan desa untuk memiliki domain desa.id.

Meski, pada akhirnya desa Dagan dapat mengudara di jagat maya dengan menggunakan domain desa.id sebagai identitas domain resmi desa.

Hari ini, Senin, 1 Mei 2017, tepat 4 tahun lalu domain desa.id dikenalkan ke publik sebagai domain milik desa.

Sebagai pengingat perjalanan desa.id yang sudah 4 tahun ini, saya menuliskan sedikit catatan tentang domain desa.id.

Domain Desa.Id, yang digunakan sebagai identitas resmi desa di ranah digital, ternyata lahir dari gagasan orang-orang desa di Kabupaten Banyumas.

Mungkin Anda juga demikian.

Bagaimana mungkin, orang desa yang untuk mengakses internet saja susahnya bukan kepayang, ujug-ujug melahirkan gagasan tentang identitas desa di dunia tanpa tembok ini?

Namun, sejarah mencatat.

Agung Budi Satrio, Kepala Desa Melung, Bayu Setyo Nugroho, Kepala Desa Dermaji, dan Ahmad Munawar (alm) Kepala Desa Pancasan, yang tergabung dalam Gerakan Desa Membangun (GDM) mampu mewujudkan gagasan identitas desa di ranah digital.

Proses Pengusulan Domain Desa.Id (Pengingat Kembali)

Anotasi pegiat Gerakan Desa Membangun (GDM), dan beberapa yang saya temui bercerita tentang proses perjalanan pengusulan domain Desa.Id.

Menurut mereka, perjalanan pengusulan domain Desa.Id bukanlah semudah membalikan telapak tangan.

Stigma orang desa yang buta informasi teknologi, membuat usulan domain Desa.Id mengalami banyak penolakan, meski tidak sedikit yang mengagumi gagasan revolusioner orang desa ini.

Secara historis, gagasan untuk memiliki domain sendiri bagi desa, muncul pada acara Juguran Blogger Banyumas, tanggal 30 Juni 2012 silam.

Delapan bulan kemudian, tepatnya pada tanggal 6 Januari 2013, desa-desa yang tergabung dalam Gerakan Desa Membangun (GDM) menyampaikan gagasan domain Desa.Id kepada Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI).

Melalui forum Diskusi Umum Terbuka, pada 12 Februari 2013, domain Desa.Id disetujui dan diterima oleh PANDI, sebagai identitas desa di ranah digital. Klimaksnya, pada 1 Mei 2013, domain Desa.Id diresmikan dan diperkenalkan ke publik.

Sejak saat itu, desa-desa yang tergabung dalam GDM, secara mandiri mulai melakukan sosialisasi domain Desa.Id, terutama bagi desa-desa di wilayah Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.

Pasca peluncuran domain Desa.Id, setidaknya ada 47 desa yang menggunakan domain tersebut, yang tersebar di wilayah Jawa Tengah, Jawa Barat dan Jawa Timur.

Sila baca data lengkap pertumbuhan domain Desa.Id di sini.

Diakuisisi Kementrian Komunikasi dan Informatika

Pada tahun 2015, Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengakuisisi domain Desa.Id sebagai domain resmi pemerintah, melalui Permenkominfo No. 5 tahun 2015 tentang Registrar Nama Domain Instansi Penyelenggara Negara.

Namun, Permen tersebut mendapat reaksi keras dari para pegiat Desa yang mengusulkan nama domain Desa.Id sebagai domain publik.

Pasalnya, dalam permen tersebut tidak menyertakan UU No. 6 tahun 2014 tentang Desa, menjadi konsideran. Padahal, permen tersebut lahir setelah UU Desa disahkan.

Tidak hanya soal konsideran, yang lebih krusial lagi, adalah aturan teknis pendaftaran domain Desa.Id yang menjadi semakin birokratis.

Ketika Desa.Id masih menjadi domain publik, proses pendaftarannya sangat mudah. Namun, ketika diakusisi Kominfo, sederet syarat dan prosedur yang di luar nalar sangat menyulitkan desa.

Karena itulah, para pegiat desa mengusulkan agar Permen tersebut direvisi. Namun, berbagai pendekatan dan dialog yang dilakukan para pegiat desa dengan Kominfo seperti menemui jalan buntu.

Semangat Identitas Desa

Di Kabupaten Purbalingga, Desa-Desa yang sudah online rutin mengadakan Juguran sebagai upaya penebar semangat identias desa di ranah digital

Kini, usia domain Desa.Id sudah 4 tahun.

Meski secara teknis domain desa ini mengalami stagnasi, namun semangat gerakannya masih terus tumbuh.

Para pegiat desa yang tergabung dalam GDM tidak lantas berhenti di situ. Lagi, mereka tetap melakukan gerakan kultural.

Dengan format Juguran, dan modal bantingan, identitas desa di ranah digital tetap ditularkan. Bahkan, bukan hanya ranah digital, melainkan juga berbagai ranah kehidupan desa didiskusikan dalam setiap Juguran.

Sehingga, Desa yang telah memiliki UU tersendiri ini, benar-benar mampu menunjukan kemadiriannya. Dan pada gilirannya nanti, Desa mampu menjadi aktor yang turut membangun Indonesia.

Amin…