Musdes Desa Sehat Mandiri: Pencegahan DB Jadi Program Prioritas Kesehatan Desa

Musdes Desa Sehat Mandiri: Pencegahan DB Jadi Program Prioritas Kesehatan Desa

Musdes Desa Sehat Mandiri

Musyawarah Desa Sehat Mandiri yang dilaksanakan Kamis (10/11) di Gedung Serba Guna Desa Dagan, menyepakati pencegahan Demam Berdarah sebagai program desa sehat mandiri.

 

Dagan—Musyawarah Desa Sehat Mandiri (MMD) Desa Dagan menyepakati pencegahan Demam Berdarah (DB) sebagai program prioritas kesehatan Desa.

Demikian dipaparkan oleh Agus SW, perwakilan dari Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) kecamatan Bobotsari, Kamis (10/11) di Gedung Serba Guna Desa Dagan.

Selain pencegahan DB, musyawarah yang diikuti oleh puluhan kader kesehatan desa Dagan tersebut, juga menyepakati beberapa program lain.

Antara lain, pembenahan saluran pembuangan air limbah, pencegahan pembuangan BAB di sungai, dan konseling gangguan jiwa.

“Pencegahan DB menjadi prioritas kesehatan desa karena di desa Dagan pernah ada korban jiwa DB,” papar Agus.

Teknis Program Dilaksanakan FKD

Sementara itu, Kepala Desa Dagan, Hj. Sukarni, S.Sos mengatakan, pelaksanaan program hasil MMD akan dijalankan oleh Forum Kesehatan Desa (FKD) desa Dagan.

FKD adalah forum para kader kesehatan desa yang berasal dari 5 wilayah dusun di Desa Dagan. Kader tersebut, lanjutnya, sekaligus juga kader penggerak PKK.

“Para kader inilah yang nantinya akan melaksanakan program yang telah disepakati dalam MMD hari ini,” kata Sukarni.

Ia menambahkan, jika FKD membutuhkan bantuan dalam pelaksanaan program, maka Puskesmas Bobotsari siap memfasilitasinya.

Pihaknya berharap agar FKD dapat bekerja secara maksimal.

125 Warga Desa Dagan Ikuti Perekaman e-KTP Masal

125 Warga Desa Dagan Ikuti Perekaman e-KTP Masal

perekaman e-ktp

Salah satu warga sedang melakukan scanning sidik jari, dalam kegiatan perekaman e-KTP masal di Gedung Sapta Bhakti kecamatan Bobotsari, Sabtu (15/10)

Dagan.desa.id-Sebanyak 125 warga desa Dagan mengikuti perekaman e-KTP masal di Gedung Sapta Bhakti kecamatan Bobotsari, Sabtu (15/10).

Kepala Urusan Pemerintahan desa Dagan, Subekti mengatakan, acara yang digelar oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) kabupaten Purbalingga tersebut, bertujuan untuk mempercepat proses kepemilikan e-KTP di kabupaten Purbalingga.

“Kepemilikan e-KTP di Purbalingga baru 95,31 persen. Nah, untuk mempercepat target 100 persen, Dukcapil mengadakan perekaman e-KTP masal,” kata Subekti.

Secara teknis, kata Subekti, Dukcapil membagikan undangan perekaman e-KTP kepada warga desa yang belum memiliki e-KTP, yang dibagikan oleh pemerintah desa.

Untuk desa Dagan, lanjutnya, masih ada 125 warga yang belum memiliki e-KTP. Oleh karena itu, warga yang diundang harus datang untuk membuat e-KTP.

Warga Wajib Memiliki e-KTP

Sementara itu, Sekretaris desa Dagan, Sutaryo, S.Sos menegaskan, bagi warga yang menerima undangan, wajib mengikuti perekaman tersebut.

“Sebab, sesuai dengan UU No. 24 tahun 2013, setiap warga Negara yang sudah 17 tahun atau yang sudah menikah, wajib memiliki e-KTP,” tegas sekdes PNS ini.

Lebih jauh Sutaryo menjelaskan, sebenarnya masih banyak warga yang belum memiliki e-KTP. Namun pihaknya hanya menerima 125 undangan perekaman e-KTP.

Meski demikian, pihaknya berharap agar Dukcapil menyelenggarakan kembali perekaman e-KTP masal dimasa mendatang.

Dengan demikian, target percepatan proses kepemilikan e-KTP di wilayah kabupaten Purbalingga cepat tercapai.

Diikuti oleh 16 Desa

Selain warga desa Dagan, kegiatan perekaman e-KTP masal tersebut juga diikuti oleh warga dari 16 desa di wilayah kecamatan Bobotsari, kabupaten Purbalingga.

Pemdes Dagan Garap Film Profil Desa

Pemdes Dagan Garap Film Profil Desa

Film profil desa Dagan

Film tentang profil desa Dagan sebagai bentuk kreativitas dan promosi potensi desa

Dagan-Pemerintah Desa Dagan akan segera mendokumentasikan profil desa dalam bentuk film. Demikian kata Sekretaris Desa Dagan, Sutaryo, S.Sos, Senin (10/10) di Balai Desa Dagan.

Menurutnya, materi yang akan digunakan dalam film tersebut antara lain, potensi ekonomi desa, potensi budaya, potensi sosial, dan potensi lain yang belum tergarap.

“Ini kami lakukan dalam rangka mengenalkan segenap potensi yang ada di desa Dagan,” kata Sutaryo.

Apalagi, lanjutnya, desa Dagan pernah diproyeksikan sebagai desa wisata oleh Provinsi Jawa Tengah pada tahun 2015 silam.

Hanya saja, tegasnya, pada tahun 2015, desa Dagan belum lolos menjadi desa wisata.

“Meski demikian, kami tetap akan mendokumentasikan setiap potensi yang ada. Sebab, soal wisata sebenarnya hanya soal kreativitas,” katanya.

Menggandeng Rumah Produksi Setempat

Lebih jauh Sutaryo menuturkan, penggarapan film tentang profil desa lakukan oleh warga masyarakat desa Dagan.

Kebetulan, kata Sekdes PNS ini, di wilayah desa Dagan ada rumah produksi yang bisa menggarap dokumentasi dalam bentuk film.

Secara teknis, pihaknya membentuk tim kecil untuk melakukan persiapan penggarapan film profil desa Dagan.

Beberapa persiapan tersebut, lanjut Sutaryo, antara lain pendataan potensi masing-masing wilayah Dusun, menyajikan narasi film, menyiapkan model, dan menuliskan naskah cerita.

Mendukung Sepenuhnya

Sementara itu, Kepala Desa Dagan, Hj. Sukarni, S.Sos menyambut baik rencana tersebut.

Menurutnya, film dapat dijadikan media promosi yang dapat ditonton oleh siapapun. Apalagi, katanya, jika film tersebut diunggah di website desa, dan media sosial.

“Secara pribadi maupun lembaga, kami sangat mendukung. Ide pembuatan film tentang profil desa juga merupakan bentuk kreativitas warga desa Dagan,” pungkasnya.